Bocah SD Kediri Dikira gantung Diri Ternyata Dihabisi Kakeknya

Setelah mendapat laporan,polisi segera mengecek dan memastikan bila temuan warga itu memang benar-benar granat dan mortir dari berbagai jenis,puluhan bahan peladak tersebut langsung diamankan.

Dan selanjutnya, polisi menyerahkan kepada tim gegana kompi c brimob kediri. Menurut aiptu dedy s dantim gegana brimob kediri mengatakan,granat tersebut masih aktif dan diperkirakan peninggalan jaman jepang.

Karena benda-benda tersebut sudah berkarat dan diperkirakan cepat meledak, tim gegana berencana segera memusnahkan.

Rasa sayang yang berlebihan dan takut kehilangan yang dialami seorang kakek di kediri jawa timur, berakhir jadi malapetaka. Cucu kesayangannya yang baru berumur tujuh tahun, nekat dibunuh dengan cara dicekik lehernya, sang kakek mengaku jengkel mendengar berita Kediri, bahwa cucu yang sangat disayanginya itu akan dibawa oleh ibu kandungnya.

Rully,bocah berusia 7 tahun, asal desa tegowangi, kecamatan plemahan, kediri, yang sebelumnya dilaporkan bunuh diri dengan cara gantung diri, ternyata dibunuh oleh pairin, kakeknya sendiri.

Setelah diperiksa secara maraton, akhirnya pairin umur 45 tahun, secara gamblang mengaku telah menghabisi nyawa cucunya rully alfianto, bocah yang baru duduk di kelas 1 sdn tegowangi kecamatan plemahan kabupaten kediri.

Dihadapan polisi pairin mengaku, tega membunuh rully karena sang cucu yang sejak kecil diasuhnya. Hendak diminta lagi oleh minarsih, ibu kandung ruly yang tinggal di desa sukoto pare kediri.

Dalam pengakuannya, muncul niat jahat saat pulang mencari rumput, pairin melihat rully sedang tertidur, entah karena apa, pairin menjadi gelap mata dan kalap, tiba-tiba dirinya mendekati korban dan langsung mencekik ruly hingga tewas.

Agar kejahatannya tidak terbongkar, pairin beralibi dengan cara membuat kematian cucunya seperti bunuh diri. Ruly yang sudah tidak bernyawa itu, lehernya lantas diikat dengan sarung batik, kemudian digantung di tali jemuran di dalam rumah.

Kasat reskrim polres kediri akp sudarto mengatakan, dari olah tkp,ternyata polisi curiga karena ada kejanggalan, makanya polisi memerikas pairin, kakek korban yang menjadi kunci utama,sekalgus orang pertama yang menemukan korban, setelah melakukan pemeriksaan akhirnya pairin mengakui kalau dirinya yang membunuh, tersangka pairin akan dijerat dengan pasal 338 k-u-h-p tentang pembunuhan biasa dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara .

Sementara itu, kedua orang tua rully, amakusumah dan minarsih, dalam situasi pilu tidak mempercayai jika ayahnya atau kakek rully sendiri yang mengakibatkan kematian putra mereka satu-satunya, sang kakek dikenal sangat sayang kepada cucunya itu .

Contohnya kakeknya lebih baik tidak makan asalkan rully makan dan setiap sekolah rully selalu diantar.ama kusuma juga menambahkan, demi menghidupi ruly, bapak kandungnya itu rela pinjam dan utang tetangga.

Para tetangga tersangka, sebagian besar juga tidak mempercayai kakek yang bekerja sebagai tukang cari rumput itu adalah pembunuh sang cucu , para tetangga juga tahu, tersangka sangat mencintai cucunya itu bahkan rela berkorban demi cucunya itu.

Kini pasangan keluarga pas-pasan ini, hanya berharap polisi benar-benar adil dalam menangani kasus tewasnya rully.