Disiksa Majikan, Buruh Migram Asal Blitar Meninggal

Disiksa Majikan, Buruh Migram Asal Blitar Meninggal. Bapak bejat yang tega memperkosa anaknya sendiri itu adalah langgeng 38 tahun warga desa tawang kecamatan wates kabupaten kediri jawa timur saat diperiksa polisi langgeng nampak shock dan menyesali prbuatannya dengan menangis tersangka juga berusaha menutupi wajahnya dari sorotan kamera karena malu.

Langgeng yang sehari-hari bekerja sebagai preman lokalisasi semampir di kediri ini ditangkap polisi polsek wates atas laporan anak kandungnya sendiri rista 14 tahun bersama seorang kawan sekolahnya rista mengaku sudah tidak tahan atas ulah bapak kandungnya yang tega memperkosanya hingga dua kali.

Kejadian perkosaan itu bermula ketika langgeng meminta rista yang tinggal di udanawu blitar bersama neneknya pindah ke rumah istri kedua bapaknya di desa taang wates selama ini rista hanya tinggal bersama neneknya karena sang ibu berangkat ke malaysia menjadi t-k-w.

Baru tiga hari pindah pagi hari langgeng dan rista menonton sebuah telenovela saat itu sang ayah berusaha membelai anaknya namun belaian sang bapak berubah menjadi nafsu setan dengan berusaha menciuminya rista tak sanggup melawan sang bapak mengancam akan membunuh bila berteriak akhirnya bunga diseret kedalam kamar untuk melampiaskan nafsu bejatnya.

Kapolsek wates akp hadi purnomo mwngaku sangat bangga kepada korban karena memiliki keberanian untuk melaporkan ulah bapak kandungnya itu kepada tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis 287 kuhp dan pasal 82 uu no 23 tahun 2002 tentang kekerasan dalam rumah tangga dengan anjaman 15 tahun penjara.

Kasus penyiksaan terhadap t-k-w indonesia di luar negeri kembali terjadi kali ini penyiksaan itu menimpa sriati anggraini warga desa gebang kecamatan wonotirto kabupaten blitar yang menjadi korban penyiksaan majikannya di taiwan selain disiksa sang majikan secara brutal untuk dapat pulang keluarga sriati masih harus menebus dengan bayaran 50 juta rupiah.

Sriati anggraini gadis lajang berusia 22 tahun keinginannya untuk menambah penghasilan dan membantu ekonomi orang tuanya dengan menjadi pembantu rumah tangga akhirnya berakhir tragis.

Selama sekitar empat bulan sejak januari 2005 lalu sriati mendapatkan penyiksaan secara kejam dari majikan laki-laki dan perempuannya menurut pengakuan sriati penyiksaan itu dilakukan majikan kepada dirinya karena dituduh mencuri uang sebesar 22 ribu dolar taiwan.