Banjarmasin

Kode Pos

Banjarmasin adalah ibu kota Kalimantan Selatan, Indonesia. Terletak di sebuah pulau delta dekat persimpangan sungai Barito dan Martapura. Akibatnya, Banjarmasin kadang disebut “Kota Sungai”. Populasinya adalah 625.395 pada Sensus 2010.
Ekonomi
Sektor ekonomi utama meliputi transportasi dan komunikasi (26,1% dari PDB kota), industri pengolahan (24,9%) dan perdagangan dan perdagangan (16,5%). Industri pengolahan utama adalah: kayu lapis, rotan dan pabrik karet. [Rujukan?]

Administrasi
Kota Banjarmasin terbagi menjadi lima kecamatan, yang tercantum di bawah ini dengan populasi mereka pada Sensus 2010: [1]

Infrastruktur dan transportasi
Banjarmasin dilayani oleh Bandara Syamsudin Noor, terletak sekitar 25 km di luar kota. Kota ini dilayani oleh pelabuhan laut dalam, Pelabuhan Trisakti, yang merupakan pusat lembah Barito; ekspor termasuk karet, lada, kayu, minyak bumi, batu bara, emas, dan berlian. [rujukan?] Kapal penumpang dan feri ke dan dari Jawa juga melakukan operasi mereka di sini.

Kota ini dipenuhi saluran air yang rawan banjir, dan banyak rumah dibangun di atas rakit atau panggung di atas air. Saluran air juga digunakan untuk perjalanan, dengan menggunakan perahu dayung yang relatif kecil (hanya sungai besar yang dapat diakses dengan kapal cepat, kapal tunda, longboat, dan tongkang).

Banjarmasin berfungsi sebagai kota terdekat dengan pelabuhan pelabuhan pemuatan batubara besar di Taboneo. Bersama dengan Tanjung Bara, mereka merupakan pelabuhan pemuatan batubara terbesar di Indonesia.

Demografi
96% penduduknya beragama Islam. Agama lain termasuk Protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Orang-orang Banjar adalah mayoritas di kota ini, dengan etnis Jawa, Madura dan etnis lainnya adalah minoritas.  Kota ini adalah rumah Keuskupan Katolik Roma Banjarmasin. [Rujukan?]

Sejarah

Masjid Sultan Suriansyah merupakan masjid tertua di Banjarmasin dan seluruh Kalimantan Selatan
Nan Serunai adalah sebuah kerajaan kuno di Kalimantan Selatan, namun segera digantikan oleh kerajaan Budha Tanjungpuri. Pada abad ke-14, Banjarmasin adalah bagian dari kerajaan Hindu Negara Dipa dan Negara Daha, seorang bawahan Majapahit. Tapi Pangeran Samudera berubah menjadi seorang Muslim di abad kelima belas. Setelah ini Banjarmasin didirikan di persimpangan Sungai Barito dan Martapura pada tanggal 24 September 1526. Belanda membuka perdagangan di sana pada tahun 1606. Inggris mengendalikan kota ini selama beberapa periode singkat. British East India Company (EIC) mulai berdagang dengan kota tersebut, yang mereka sebut Tamborneo atau Tomborneo, pada tahun 1614. Pada tahun 1703, EIC mendirikan sebuah pabrik di sana, yang dihuni penduduknya empat tahun kemudian. EIC berusaha, sangat tidak berhasil, berdagang dengan kota ini antara tahun 1736 dan 1746, dan kemudian pada tahun 1747 Sultan menandatangani sebuah perjanjian dengan Belanda memberi mereka monopoli perdagangan.

Kode Pos Desa