Lomba olahraga menembak senapan angin gejluk di Semarang, coffee shooter dengan Perbakin

senapan angin gejluk doreng

Lomba olahraga menembak senapan angin gejluk di Semarang, coffee shooter dengan Perbakin

Caffe Shooter Sematang– Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Temanggung bersama Kodim 0706, Polres serta Walet Shooting Club Temanggung menggelar Perlombaan Menembak. Perlombaan bertaraf nasional ini diikuti 300 atlet peserta dari berbagai daerah. Event ini berlangsung di Eks Gudang Tapioka Desa Dakaran Kecamatan Kaloran. Ketua Umun serta Panitia Penyelenggara, Haryo Dewandono mengatakan, kejuaraan inu telah diselenggarakan selama empat kali serta diikuti peserta yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Misalnya Jawa Tengah, Bandung, Tangerang, Jakarta, Surabaya, Ponorogo, Madiun, Lamongan, Jogjakarta, Lampung, Kalimantan Tengah sampai Makassar. “Peserta rata-rata berusia antara 12 sampai 50 tahun, termasuk di dalamnya adalah wanita,” ujar Haryo.

senapan angin gejluk doreng

Haryo menambahkan, perlombaan ini terbagi menjadi tiga kelas. Yakni benchrest, multiring, dan tiga posisi dengan jarak sasaran mulai 22, 36, hingga 46 meter. Selain itu, senapan angin gejluk yang digunakan jenis gas serta pompa dengan peluru kaliber 4,5 mm. Tak hanya menyalurkan hobi para peserta sekaligus mencari bibit-bibit unggul atlet menembak nasional, perlombaan ini dijadikan panitia sebagai sarana mempromosikan berbagai tempat wisata serta komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Temanggung. Salah satunya adalah kopi. “Melihat peserta yang berasal dari berbagai daerah, perlombaan ini sekaligus digunakan untuk memperkenalkan potensi wisata serta komoditas unggulan asal Temanggung,” ujarnya. Dijelaskan oleh Haryo, sejatinya menembak adalah salah satu cabang olahraga mahal, karena harga senapan yang lumayan tinggi. Mulai termurah Rp 3 juta sampai Rp 60 jutaan. Belum harga peralatan variasi yang biasa digunakan para penembak. Lomba olahraga menembak senapan angin gejluk di Semarang.

Contohnya teleskop dengan banderol Rp 500 ribu sampai Rp 35 juta, peredam Rp 1 juta. Kemudian ada gas senilai Rp 500 per tabung yang rata-rata habis dalam kurun waktu sehari apabila digunakan secara terus menerus. Seorang peserta asal Sebayu Shooting Club Tegal Reno berargumentasi bahwa olahraga menembak memiliki sebuah keasyikan. Yakni butuh konsentrasi tingkat tinggi agar peluru tepat mengenai sasaran. “Senapan yang baik, khususnya diperuntukan untuk mengikuti kejuaraan harus harganya cukup mahal sampai Rp 30 jutaan. Lomba olahraga menembak senapan angin gejluk di Semarang, coffee shooter dengan Perbakin